Senin, 07 September 2009

Siksa Kubur

Semua kita hampir dapat dipastikan lalai tentang sebuah dimensi yang disebut alam kubur. Padahal dimensi ini, suka atau tidak semua orang akan menjadi penghuninya. Kesibukan di dunia telah banyak melalaikan orang dari mengingat kubur atau bahkan lupa untuk mempersiapkan diri memasuki alam ini. Firman Allah swt: \"Bermegah-megah telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur." (At Takatsur:1-2)


Alam kubur adalah suatu alam yang sukar dibayangkan dengan akal manusia. Akan tetapi alam ini dapat dilihat dengan mata hati setelah dipimpin dengan ilmu berlandaskan wahyu, iman dan keyakinan. Salah satu keunikan alam ini ialah ia mampu bertutur walaupun sesungguhnya suara kubur itu tidak terdengar manusia. Perkara ini hanya dimengertikan oleh hati yang penuh keyakinan. Allah swt telah menciptakan lidah (lisan) kepada kubur dan bertuturlah kubur dengan lidahnya itu katanya:

Hadits riwayat Hannad bin Sariq dari Abdillah bin Ubaid bin Umair, Rasulullah saw bersabda yang artinya: "Wahai anak Adam, bagaimanakah kamu hidup di dunia sedang engkau melupakan aku, tidakkah engkau tahu bahwa aku adalah tempat kediaman yang sepi dan perorangan, tempat yang dipenuhi ulat dan cacing."

Maka kita jangan melupakan alam kubur, karena manusia tidak dapat lari dari perjumpaan dengan ajalnya, seperti firman Allah, "Dan datanglah sakratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya." Kaum Muslimin yakin benar bahwa alam kubur, siksaan di dalamnya, dan pertanyaan dua malaikat adalah benar adanya berdasarkan dalil-dalil wahyu, dan dalil-dalil akal seperti berikut ini:

Dalil Tentang Adanya Alam Kubur, Azab dan Kenikmatannya.
"Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata), ‘Rasakan oleh kalian siksa neraka yang membakar,' (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan mereka sendiri, sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya." (Al Anfal: 50-51)

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), keluarkanlah nyawa kalian. Pada hari ini kalian dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kalian selalu mengatakan terhadap Allah ( perkataan) yang tidak benar dan (karena) kalian selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. Dan sesungguhnya kalian datang kepada Kaini sendiri-sendri sebagaimana kalian Kami ciptakan pada mulanya, dan kalian tinggalkan di belakang kalian (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepada kalian dan Kami tidak melihat beserta kalian pemberi syafaat yang kalian anggap bahwa mareka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kalian sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kalian dan telah lennyap daripada kalian apa yang dahulu kalian anggap (sebagai sekutu Allah) '(Al-An'am: 93-­94).

"Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar. '(At-Taubah: 101).

"Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat (Dikatakan kepada malaikat), Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras (Ghafir: 46).

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. '(lbrahim: 27).

"Jika seorang hamba telah diletakkan di kuburnya, dan sahabat­-sahabatnya telah meninggalkannya, serta a mendengar suara sandal mereka, maka dua malaikat datang kepadanya kemudian duduk padanya. Kedua malaikat tersebut berkata,"Apa yanq dulu engkau katakan tentang orang ini (Rasulullah shalalallahu alahi wasalam) Adapun orang mukmln ia berkata,'Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah, dan Rasul-Nya, kemudian dikatakan kepadanya, lihatlah ke kursimu di neraka, Allah telah memberi ganti untukmu dengan kursi dari surga. 'Orang Mukmin tersebut bisa melihat kedua kursi tersebut. Adapun munafik, atau orang kafir, maka kedua malakat bertanya kepada keduanya,'Apa yang dulu enqkau katakan tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam)? '0rang munafik atau orang kafir tersebut berkata,'Aku tidak tahu. Dulu aku hanya berkata seperti yang dikatakan manusia. Dikatakan kepada 0rang kafir, atau orang munafik tersebut, Engkau tidak tahu, dan tidak mengikutinya? 'Kemudian orang kafir, atau orang munafik tersebut dlpukul dengan martil besi dengan pukulan yang membuatnya berteriak dengan teriakan yang bisa didengar makhluk-makhluk yang berdekatan dengannya kecuall manusia, dan jin." (Diriwayatkan Al-­Bukhari, Muslim, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad).

"Jika salah seorang dari kalian meninggal dunia, maka kursinya diperlihatkan padanya pagi-sore. Jlka ia termasuk pnghuni surga maka ia termasuk penghuni surga, dan jika ia termasuk penghuni neraka maka ia akan meniadi penghuni neraka. Dikatakan kepada­nja,'Ini kursimu hingga Allah membangkitkanmu pada hari kia­mat " (Al-Bukhari)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata dalam doanya,"Ya Allah, aku berlindung diri kepada Mu dan siksa kubur, dan siksa neraka, dan fitnah kehidupan, dan fitnah kematian, dan dan fitnah AI Masih Ad-Dajjal. "(Diriwayatkan Al-Bukhari).

Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika berjalan mele­wati dua kuburan,"SesunggLihnya dua orang di dua kuburan tersebut sedang disiksa, dan keduanya fidak disiksa karena dosa besar Ya, salah seorang daii keduanya beqalan dengan membawa adu domba, sedang orang sa~ tidak mengenakan tutup kefika buang air kecil " (Diriwa­yatkan Al-Bukhari).

Keimanan seorang hamba kepada Allah swt, malaikat-malaikat­-Nya, dan hari akhir mengharuskannya beriman kepada siksa alam kubur, kenikmatannya, dan apa saja yang terjadi di dalamnya. Sebab, itu semua termasuk perkara-perkara ghaib. Jika seseorang mem­percayai sebagian sesuatu, maka menurut akal ia harus mengimani sebagian satunya. Alam kubur, kenikmatannya, pertanyaan dua malaikat bukan meru­pakan sesuatu yang mustahil menurut akal. Bahkan akal yang sehat mengakuinya dan memberi kesaksian terhadapnya.

Orang yang tidur terkadang bermimpi melihat sesuatu yang menye­nangkan kemudian ia berbahagia dengannya, dan menikmatinya, namun ia sedih jika ia terbangun. Atau terkadang ia bermimpi melihat sesuatu yang dibencinya, kemudian ia murung karenanya dan ia senang sekali kalau ada orang yang membangunkannya. Kenikmatan dan siksa di alam mimpi tersebut betul-betul terjadi pada ruhani, dan ruhani terpengaruh dengannya tanpa ia rasakan dan bisa dilihat oleh kita, serta tidak ada seorang pun yang memungkirinya. Bagaimana terhadap siksa alam kubur dan kenikmatannya yang pada dasarnya sama persis dengan mimpi tersebut?

Sedikit Tentang Mati
Tidak perlu kita takut kepada mati. Selagi kita bertaqwa kepada Allah dan mengikut ajaran yang di tunjukan oleh Nabi besar kita Muhammad s.a.w. Tetapi jika sebaliknya ingatlah janji Allah yang menyediakan azab yang pedih. Ingatlah di akhirat nanti ada syurga dan neraka. Manusia dibagi kepada tiga peringkat berhubung dengan mati. Orang yang tidak berhajat kepada mati dan sangat takut kepada mati; Orang yang ingin kepada mati tetapi masih takut kepada mati; Orang yang ingat kepada mati dan ia tidak takut kepada mati.

Allah berfirman dalam surah Al-Jumu'ah ayat 8: "Katakanlah (wahai Muhammad): "Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan".

Allah berfirman dalam surah Ali 'Imran ayat 185: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia Telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

Allah berfirman dalam surah Al-Munaafiquun, ayat 10-11: "Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang Telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, Mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan Aku dapat bersedekah dan Aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila Telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha mengenal apa yang kamu kerjakan."

Allah berfirman dalam surah Al-Mu'minun' ayat 99-100 : "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah Aku (ke dunia). Agar Aku berbuat amal yang saleh terhadap yang Telah Aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan."

Allah berfirman dalam surah Al-Mulk ayat 29. : "Katakanlah: "Dia-lah Allah yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".

Allah berfirman dalam surah Qiyamah ayat 26 hingga 30 : "Sekali-kali jangan. apabila nafas (seseorang) Telah (mendesak) sampai ke kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?".Dan dia yakin bahwa Sesungguhnya Itulah waktu perpisahan (dengan dunia),. Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan).Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau."

Hadits Rasulullah s.a.w : Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu niscaya akan masuk Neraka. Maka aku berkata yaitu perawi Hadits: Aku dan orang-orang yang tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu, akan memasuki Syurga."

Diriwayatkan daripada Abu Zar r.a katanya: Nabi saw bersabda: Jibril as telah mendatangi aku lalu memberitahu berita gembira, iaitu sesiapa yang mati di kalangan umatku dalam keadaan tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu, niscaya dia akan dimasukkan ke dalam Syurga. Aku bertanya: Walaupun dia berzina dan mencuri? Rasulullah bersabda: Walaupun dia berzina dan mencuri."

Hadits Ma'qil bin Yasar r.a: "Diriwayatkan dari Hasan ra berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang ditaklifkan oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan ke atasnya Syurga."

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw pernah bersabda: "Apabila seseorang dari kamu berada dalam keadaan tasyahhud, maka hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan berdoa: yang artinya, Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari siksaan Neraka Jahannam, dari siksa Kubur, dari fitnah selama hidup dan selepas mati serta dari kejahatan fitnah Dajjal."

Diriwayatkan dari Aisyah ra berkata: Nabi saw sering berdoa ketika sembahyangnya dengan berkata: "Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu daripada siksa kubur dan aku memohon perlindungan kepadaMu daripada fitnah Dajjal. Aku juga memohon perlindungan kepadaMu daripada fitnah semasa hidup dan selepas mati. Ya Allah! Aku memohon perlindungan kepadaMu dari segala dosa dan hutang. Aisyah berkata lagi: Seseorang telah berkata kepada Rasulullah s.a.w: Alangkah banyaknya kamu memohon perlindungan dari beban hutang wahai Rasulullah! Lalu Rasulullah bersabda: Sesungguhnya seseorang yang sudah terkena beban hutang, apabila dia berkata-kata dia akan berdusta dan apabila berjanji dia akan mengingkari
Diriwayatkan daripada Abu Musa r.a katanya: Daripada Nabi s.a.w, baginda bersabda: "Perumpamaan rumah yang disebutkan nama Allah di dalamnya dengan rumah yang tidak disebutkan padanya nama Allah ialah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati."

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Kiamat tidak akan berlaku sehinggalah seorang lelaki datang ke kubur seorang lelaki lain dan berkata: Kalau boleh aku ingin berada di tempat mayat itu (mati) ."

Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: "Apabila seseorang itu mati, akan diperlihatkan tempatnya setiap pagi dan petang. Sekiranya dia di kalangan ahli Syurga, akan diperlihatkan kepadanya Syurga. Sekiranya dia dari kalangan ahli Neraka, akan diperlihatkan kepadanya Neraka. Diberitahu kepadanya: Inilah tempatmu sehingga kamu dibangkitkan oleh Allah pada Hari Kiamat ."

Diriwayatkan dari Saidatina Aisyah ra katanya: Rasulullah saw pernah bersabda: "Barangsiapa yang suka bertemu Allah, niscaya Allah juga suka bertemu dengannya. Begitu juga siapa saja yang tidak suka bertemu Allah, niscaya Allah juga tidak suka bertemu dengannya. Aku bertanya: Wahai Nabi Allah! Apakah kita perlu membenci mati? Di mana kami semua membenci mati. Baginda bersabda: Bukan begitu. Seseorang mukmin apabila diberitahu berita gembira dengan rahmat Allah, keredaanNya dan SyurgaNya nescaya dia pasti suka untuk bertemu Allah dan Allah juga suka bertemu dengannya. Sedangkan orang kafir apabila diberitahu adanya siksa serta murka Allah, dia tidak akan suka bertemu Allah dan Allah juga tidak suka bertemu dengannya. "

Diriwayatkan dari Saidatina Aisyah r.a katanya: Rasulullah saw pernah bersabda: "Barangsiapa yang suka bertemu Allah, niscaya Allah juga suka bertemu dengannya. Begitu juga sesiapa yang tidak suka bertemu Allah, nescaya Allah juga tidak suka bertemu dengannya. Aku bertanya: Wahai Nabi Allah! Apakah kita perlu membenci mati? Di mana kami semua membenci mati. Baginda bersabda: Bukan begitu. Seseorang mukmin apabila diberitahu berita gembira dengan rahmat Allah, keredaanNya dan SyurgaNya niscaya dia pasti suka untuk bertemu Allah dan Allah juga suka bertemu dengannya. Sedangkan orang kafir apabila diberitahu adanya siksa serta murka Allah, dia tidak akan suka bertemu Allah dan Allah juga tidak suka bertemu dengannya."

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: "Janganlah kamu bercita-cita supaya cepat mati dan janganlah kamu berdoa supaya mati sebelum kematian itu sendiri datang kepadamu. Sesungguhnya apabila kamu mati, akan terputuslah segala amalan kamu. Sebaliknya apabila dipanjangkan umur seorang mukmin bererti bertambahlah kebaikannya."

Dari keterangan di atas, ingatlah jangan sekali-kali mensyrikkan Allah dengan sesuatu. Semua makhluk di dunia ini akan menemui mati, tetapi keadaan kematiannya berlainan mengikut keimanan seseorang. Apakah ia mati dalam keimanan atau sebaliknya.

Persiapan Menghadapi Mati
Kubur mengeluh terhadap sikap manusia yang tidak sadar bahwa mereka bakal bersendirian dalam kubur. Manusia dianjurkan membawa teman setia mereka (amal yang shaleh di samping hati yang bersih). Manusia harus sadar, tatkala huru-hara dan kekacauan terjadi di dalam kubur, mereka amat memerlukan teman yang dapat memberikan pertolongan.
Kubur juga merasa sedih apabila manusia melupakannya. Hadits Nabi saw yang disampaikan oleh Malik dari Abdillah bin Umar: "Bahwa Kubur telah menangis sambil berkata dalam tangisannya. (Tidakkah kamu tahu) bahawa aku adalah rumah yang sunyi gelap-gelita, rumah yang perorangan dan rumah tempat ulat-ulat (yang bakal melumat daging-daging manusia)"

Walaupun kubur menangis mengenangkan nasib manusia, namun sayangnya. Manusia sendiri terus bergelut dalam tawa, seolah mereka tidak akan bertemu dengan kubur. Alangkah bahagianya jika manusia senantiasa mengingat kubur yang tidak pernah melupakan manusia. Ketika jenazah anak cucu Adam dibaringkan di dalam kubur, lantas kubur bertanya :
"Wahai anak cucu Adam. Tidakah kamu tahu bahawa aku adalah tempat manusia bersendiri tanpa teman. Tidakkah kamu tahu bahwa aku adalah rumah yang gelap-gelita, dan tidakkah kamu tahu bahawa aku adalah rumah yang haq (yaitu rumah yang pasti dihuni oleh keturunan Adam). Wahai anak cucu Adam, apakah yang telah memperdayakan engkau sehingga melupakan aku?" Kalaulah manusia sentiasa sadar bahawa kubur adalah tempat yang gelap, tentulah mereka datang dengan membawa obor dari amal sholeh mereka yang senantiasa bersinar. Malangnya, banyak manusia yang datang dengan tangan hampa tanpa perbekalan.

Tatkala berada dalam kubur, datang dua malaikat, iaitu Munkar dan Nankir yang akan berada di sisi mayat yang terbujur di dalam kubur. Munkar dan Nankir akan mengangkat mayat itu dari perbaringan dan meletakkannya dalam keadaan duduk. Malaikat Munkar dan Nankir dengan suara bagaikan halilintar mulai bertanya kepada ahli kubur. Siapakah Tuhan Kamu?, Siapakah nabimu?, Apakah agamamu? Apakah kiblatmu?... Kemampuan ahli kubur untuk menjawab terpulang kepada sejauh mana mereka menghayati empat perkara asas itu. Ada yang mendapat rahmat Allah mampu menjawab dengan mudah (Alhamdulillah) tetapi banyak yang pecnudang dan gagal memberi jawaban. Di masa manusia ditanya tentang ketuhanan, banyak yang tahu bahwa Allah tuhan mereka, sungguhpun persoalan ini dikemukakan kepada orang kafir. "Dan sesunggunya jika kamu tanyakan kepada mereka, Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? Tentu mereka akan menjawab : Allah" (Surah Al-Ankabut : 61)

Namun demikian, tidak semua manusia tahu bahwa Allah itu Tuhan, akan bertuhankan Allah swt, sebagaimana orang kafir tahu bahwa yang menjadikan langit dan bumi itu ialah Allah, justeru mereka tidak beriman dengan apa yang mereka tahu. Sebaliknya, mereka mengambil tuhan-tuhan yang lain, ada yang menjadikan nafsu mereka sebagai tuhan mereka. Firman Allah: "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya" (Surah Al-Furqan : 43)

Tidak kurang pula manusia yang hanya mengaku beriman dengan Allah tetapi hanya menyembah Allah dalam shalat saja akan tetapi di luar shalat, mereka tidak mematuhi Allah, enggan berpegang dan melaksanakan hukum Allah swt malah mereka ragu akan kebenaran hukum dan undang-undang Allah swt. Mereka berdalih dengan pelbagai alasan seperti hukum Islam tidak cocok diterapkan di negeri ini karena negeri kita masyarakatnya majemuk. Dalam keadaan penuh keraguan ini, tidak mudahlah baginya menjawab persoalan Munkar dan Nankir.

Tidak juga mudah untuk menjawab pertanyaan tentang 'rasul' jika kita tidak menjadi umat Muhammad saw yang patuh dan melaksanakan segala ajarannya dan mengikuti sunnahnya. Demikian pula soal kiblat, semua orang tahu bahawa kiblat orang Islam ialah Ka'bah tetapi mengapa banyak di antara kita menjalin hubungan sesama manusia berkiblatkan Barat. Kesemua pertanyaan yang dikemukakan oleh malaikat Munkar dan Nankir itu laksana soal-soal ujian yang bersisi tentang dasar hidup mereka semasa di dunia.

Golongan yang Selamat dari Siksa Kubur
Di kalangan ahli kubur yang mendapat taufiq Allah swt serta ditetapkan hatinya dengan kalimat Thayyibah "Lailahaillalah, Muhammadarasulullah" Mereka bukan hanya dapat menjawab pertanyaan Munkar dan Nankir malah dapat balik bertanya kepada kedua malaikat, adapun mereka adalah:
1. Para ulama yang terpilih oleh Allah swt disebabkan keimanan dan ketakwaannya yang memyebabkann mereka benar-benar ma'rifat akan Allah swt. Mereka ikhlas melakukan segala perintah Allah. Keadaan bagi mereka di kubur bagai berada di bawah sebuah kubah yang besar. Sebuah ruang yang terbuka luas dari kuburnya dan menghadap ke arah syurga. Ketika itu dihamparkan sutera-sutera syurga di tempat mereka bersimpuh, serta emerbak wewangian, ditambah nikmatnya hembusan angin yang lembut menyerpa dari taman syurga yang nyaman dan menyegarkan. Segala kesenangan yang dinikmati menjadikan mereka berada dalam keadaan yang sungguh nyaman dan mereka seringkali akan bertanya kepada Allah swt, bilakah Qiamat akan datang?

2. Golongan terpilih selepas ulama ialah orang-orang yang tergolong dalam kategori "Al-Mukmin al Amil", sungguhpun mereka tidak mempunyai amal yang banyak seperti ulama tadi. Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang akan menjadikan amal sholeh mereka menjadi seorang yang paling disayangi dan dihormati ketika di dunia dulu untuk menjadi temannya sepanjang masa di dalam kubur. Alangkah bahagianya bagi seseorang yang sedang kesepian duduk sendirian, tiba-tiba datang beberapa teman dari kalangan sahabat dan handai taulan yang dikasihi mendampinginya. Sebelum mereka tiba, telah sampai terlebih dahalu semerbak wewangian.

Bagi mukmin ‘Ashi (mukmin yang melakukan maksiat) segala perbuatan maksiat mereka akan dijelmakan oleh Allah s.w.t menjadi seekor Khinzir atau binatang buas. Segala kejahatan akan menjadi bala kepada mereka; menambahkan lagi azab sengsara di dalam kubur, di samping azab yang didatangkan oleh malaikat disebabkan kegagalan untuk menjawab pelbagai soalan yang dikemukakan.

Pelajaran dari Azab Kubur
Allah swt memberikan ganjaran kepada manusia setimpal dengan amalnya. Bagi mukmin yang bertaqwa, mereka akan mendapat pahala yang sangat istimewa. Adapun terhadap yang fujjar dan kuffar, mereka akan ditimpa azab yang tidak dapat dibayangkan oleh fikiran manusia kerana azab ini tidak pernah disaksikan atau berlaku di atas muka bumi. Dalam keadaan menanggung azab yang pedih, tiba-tiba Allah s.w.t memerintahkan agar dibuka pintu yang menghala ke lorong yang menuju neraka. Segala bau busuk dan bahang neraka meresap masuk ke dalam kubur mereka. Malaikat akan datang membawa bunga rampai api neraka dan menaburkan ke atas kafir dan fujjar yang berbaring. Sebelum datang smeua ini, Allah s.w.t mendatangkan pula sepasang pakaian daripada minyak yang mendidih, dibalutkan pakaian tersebut kepada mereka.

Ingatlah sungguhpun Allah menurunkan pelbagai bala seperti gempa bumi, angin ribut, taufan dan lain-lain, namun semua ini hanya bala Allah yang Maha Perkasa dengan tujuan agar manusia berfikir dan insaf. Dengan berbuat demikian, niscaya akan menambahkan lagi keyakinan dan keimanan terhadap kekuasaan Allah s.w.t.

Selain malaikat Munkar dan Nankir, akan datang sekumpulan malaikat yang buta dan tuli yang khusus bertugas memberi azab yang pedih. Di tangan mereka ada palu besi yang jika dipukulkan kepada gunung batu, niscaya akan hancur lebur dengan sekali pukul. Kubur tempat roh menerima hukuman. Oleh karena itu, wajiblah seseorang itu beriman dengan perkara yang akan dirasakan oleh roh. Roh seseorang akan senang dan riang apabila ditunjukkan segala amal perbuatannya yang sholeh dan roh seseorang itu akan merasa dukacita dan bersedih hati apabila melihat amalannya yang jahat. Wallahu a'lam
- 26 Juli 2005

Sumber :
Aidil Heryana
http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=149
8 September 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar