Senin, 07 September 2009

Siksa Kubur

TANYA :

Assalamu'alaikum ustad,

saya ingin bertanya tentang siksa kubur, apakah memang ada?, bila iya bagaimana dengan pengadilan akhir (sesudah kiamat).
Wassalamu'alaikum

Beppy


JAWAB :



Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Sebenarnya adanya azab kubur itu sesuatu yang sudah qath'i dan pasti sifatnya. Tidak perlu dipermasalahkan lagi apalagi hanya dengan menggunakan pemahaman isyarat dari sebuah ayat seperti yang anda sampaikan. Sebab makna membangunkan dari tidur dalam surat Yasin yang anda sebutkan juga tidak bermakna bahwa mereka di dalam kubur itu kerjanya sepanjang waktu hanya tidur-tiduran saja. Dalam banyak ayat Al-Quran Al-Kariem dan juga tentunya hadits Rasulullah SAW, kita mendapatkan bahwa dalil yang jelas dan qath�i. Demikian juga Rasulullah SAW menyebut-nyebut azab kubur secara tegas, jelas dan terang. Bagaimana mungkin kemudian mengingkarinya semata-mata mengambil pengertian kedua dari ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem ?

A. Ayat-ayat Quran

1. Ayat Pertama

Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang adanya azab kubur.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, : "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.(QS. Al-Anam : 93)

2. Ayat Kedua

Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.(QS. At-Taubah : 101)

Di ayat ini teramat jelas bahwa Allah SWT menyiksa orang zalim itu dua kali, yaitu pada alam kubur dalam kematiannya yaitu setelah nyawa dicabut hingga menjelang hari kiamat. Dan berikutnya adalah siksaan setelah hari kiamat yaitu di neraka.

3. Ayat Ketiga

Demikian juga yang Allah SWT lakukan kepada Fir'aun yang zalim, sombong dan menjadikan dirinya tuhan selain Allah SWT. Allah SWT mengazabnya dua kali, yaitu di alam kuburnya dan di akhirat nanti. Di alam kuburnya dengan dinampakkan kepadanya neraka pada pagi dan petang. Ini merupakan siksaan sebelum dia benar-benar dijebloskan ke dalamnya dan terjadinya pada alam kuburnya.

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. : "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras". (QS. Al-Mu'min : 46)

4. Ayat Keempat

Ayat ini lalu dikuatkan juga dengan ayat lainnya yang juga menyebutkan ada dua kali kematian, yaitu kematian dari hidup di dunia ini dan kematian setelah alam kubur.

Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali , lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan untuk keluar ?"(QS. Al-Mu'min : 11)


B. Dalil Hadits Shahih

Selain ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem, hadits-hadits shahih pun secara jelas menyebutkan adanya azab qubur. Sehingga tidak mungkin bisa ditolak lagi kewajiban kita untuk meyakini keberadaan azab kubur itu, sebab bila sudah Al-Quran Al-Kariem dan hadits shahih yang menyatakannya, maka argumentasi apa lagi yang akan kita sampaikan ?

1. Hadits Pertama

Dalam hadits yang pertama kami sampaikan tentang azab kubur ini, haditsnya masih amat kuat berhubungan dengan ayat Al-Quran Al-Kariem. Yaitu firman Allah SWT dalam Al-Quran Al-Kariem :

Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.(QS> Ibrahim : 27)

Sebuah lafaz dalam ayat di atas menyebutkan tentang "ucapan yang teguh" yang dalam bahasa Al-Quran Al-Kariem disebut dengan al-qouluts-tsabit dijelaskan oleh Rasulullah SAW bahwa itu adalah tentang pertolongan Allah SWT ketika seseorang menghadapi azab kuburnya.

Dari Al-Barra' bin Azib dari Rasulullah SAW bahwa ketika seorang mukmin didudukkan di dalam kuburnya, didatangilah oleh malaikat, kemudian dia bersyahadat tiada tuhan kecuali Allah SWT dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah SAW, maka itulah makna bahwa Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh . (HR. Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja�a Fi azabil Qabri hn. 1280)

2. Hadits Kedua

Ada sebuah doa yang dipanjatkan oleh beliau dan diriwayatkan dengan shahih dalam shahih Al-bukhari.
Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalat,�Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari azab kubur �(HR. Bukhari kitab azan bab doa sebelum salam hn. 789)

3. Hadits Ketiga

Dalam kitab shahihnya itu, Al-Bukhari pun membuat satu bab khusus azab kubur.
Dari Aisyah ra bahwa seorang wanita yahudi mendatanginya dan bercerita tentang azab kubur dan berkata,"Semoga Allah SWT melindungimu dari azab kubur". Lalu Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang keberadaan azab kubur itu. Rasulullah SAW menjawab,"Ya, azab kubur itu ada". Aisyah ra berkata,"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan shalat kecuali beliau berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur". (HR. Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja'a Fi azabil Qabri hn. 1283)

Kesimpulan :

Umat Islam sejak masa Rasulullah SAW hingga hari ini telah berijma' (bersepakat) bahwa azab kubur itu adalah sesuatu yang pasti adanya.

Posisi siksa kubur ini bisa diibaratkan sebagai DP dari siksa yang sebenarnya atau seperti penjahat yang ketika diinterogasi mendapatkan begitu banyak intimidasi dan teror sebelum mendapat siksa yang sebenarnya di hari kiamat.

Wallahu a'lam bish-shawab.

-24-25 Februari 2009

Sumber :
http://www.syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&kajian_id=38464
8 September 2009

1 komentar:

  1. 2. Ayat Kedua
    Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.(QS. At-Taubah : 101)

    Dari mana munculnya penyimpulan dua kali itu adalah Alam Kubur dan Akherat?
    Pada contoh ayat2 lain yg Anda contohkan pun, tidak ada satupun yg scr eksplisit menunjuk atau menyimbolkan alam kubur.

    Lebih2, semua ayat Alquran yg secara langsung menyebutkan tempat terjadinya siksa Allah selalu konsisten, yaitu hanya ada DUA: (1) Dunia dan (2) Akherat. Silakan diperiksa.

    selebihnya Wallahu a'lam

    BalasHapus